All About Mio M3 Bule Core full review : Tenaga, Tampilan, teknolgi dan kenyamanan

Assalamualaikum,

MIO M3 125cc, tanpa kompromi. Yups, kemarin di dealer Sentral Yamaha Dupak bro ndess berkesempatan menemui sang matic terbaru Yamaha yang katanya BeAt Yamaha wkwkw. Walau berkubikasi besar, 125cc tapi harganya mepet beAt beneran yaitu kisaran 14juta OTR Jatim.

First Sight.

Tampilan depan memang sekilas satu garis desain dengan BeAt FI. Tentu dipermanis dan aura sporty khas Yamaha hadir. Body depan memang terlihat lebih besar punya GT125. Aura sporty pada headlamp sangat kentara, jujur keren banget!

Striping minimalis, tidak lagi penuh warna warni kayak Mio J dengan tulisan Mio 125. Stangnya’pun ada logo blue core, wah sip… Nyari embled blue core ah xixixix. Tampilan mesin nyaris sama dengan Mio generasi kedua YMJet-FI. Jadi heran, Blue Corenya di mana yak. Apa di sisi kelistrikan ECU, Trotle body, atau sensor-sensornya? Mumet mikir.

Impressi.

Saat bro ndess coba test ride, nih motor bener-bener rasa beAt (kecuali tidak adanya fitur bletak doorrrr). Kecuali ban kecil, overall kenyamanan dapat dirasakan saat riding dengan Mio M3. Tarikan gas memang tak begitu serespon GT125 (motor irit), tapi halus dan tenaganya keluar di putaran menengah. Putaran bawah masih unggul beAt (pernah coba dulu).

Handling ya khas Mio lah. Shockbeker agak empuk kayak X-ride. Lumayan juga nih. Katanya sih Mio M3 ini semua ciri khas mio sebelumnya berusaha dirubah. Yang jelas nih Mio M3 soal tenaga masih di bawah GT125 responnya.

Performa di dyno test.

Kebetulan ada mesin dyno di Sentral Yamaha Dupak, akhirnya sekalian di test juga nih motor. Karena kebetulan dyno testnya dipakai nyoba buat R25 yang abis ganti knalpot (artikel terpisah). Gimana sih performa di atas dyno test.

Tenaga yang di hasilkan Mio M3 ini, maks 8HP dengan rata-rata 7,5HP@6.709rpm dalam kondisi mesin sudah suhu panas. Kecepatan maksimal 110km/jam on dyno dengan rata-rata 107km/jam dalam kondisi mesin sudah suhu panas. Lumayan juga nih, sepadan ama Mio karbu. Gambar di bawah adalah saat posisi mesin manas. Dengan asumsi on Dyno. Pas dapat 8HP dan 110km/jam’nya gak kepotret, lupa :mrgreen:

Kesimpulannya, dengan men”head to head”kan Mio terbaru dengan beAt FI dengan memberikan sentuhan irit, desain, dan cc yang lebih besar dengan harga nipis selisihnya Yamaha berharap Mio M3 bisa mengimbangi (walau sulit) kesuksesan beAt. Memang beAt itu tidak bisa dilawan tanpa all out dan mendapat mindset masyarakat umum. Maka dari itu, Yamaha dengan teknologi Blue Core’nya ini perlu all out agar bisa mengimbangi matic-matic Honda. Apalagi Suzuki mulai bangkit dengan Adress yang lumayan diterima masyarakat.

Mio M3 125cc, Tanpa Kompromi.

3A330F33E0FDB54C8C27690583FBA366
Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.
Artikel lain :

Iklan

Tentang Bro Ndes 94

Seseorang yang mempunayi hobi menulis, membaca, dan mencari ilmu baru. Tak ada paksaan dalam menulis, karena menulis itu seperti mengalir. Jika terbiasa maka kita akan kecanduan. #Poko'e_Joget#
Pos ini dipublikasikan di otomotif, Test Ride dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke All About Mio M3 Bule Core full review : Tenaga, Tampilan, teknolgi dan kenyamanan

  1. mas huda berkata:

    Keren di test dyno juga

    Suka

  2. KLX Adventure berkata:

    Mantap!

    ========

    Selain Trail, Mestinya VIAR Juga Produksi Varian Supermoto http://klxadventure.com/2014/12/17/selain-trail-mestinya-viar-juga-bikin-varian-supermoto/

    Suka

  3. penunggang mio m3 berkata:

    saya penunggang motor mio m3, impresi yg saya rasakan saat menunggang matik ini pool sekali, tarikan bawah lumayan buat stop n go di tanjakan dengan kemiringan -+ 40derajat masih bisa naik dengan kecepatan mumpuni (berdua = saya 60kg + 58kg) walaupun tenaga dari motor tersebut benar benar melesat pada rentang 40-90 kpj sangat cepat sekali didapat… Matik ini juga lumayan irit untuk kelas 125cc dengan konsumsi bbm 1:42 (non eco) dan 1:49 (eco riding+macet) menurut saya suhu dari mesin ini terjaga stabil (touring bdg pangandaran 3.5 jam nonstop kondosi mesin stabil tdk panas tdk ada gejala lost kompresi) saya salut buat yamaha atas pencapaian filosofi / teknologi bluecorenya

    Disukai oleh 1 orang

Mohon di komentari, kritik dan saran. Yuk diskusi bareng :-) Jika komen anda masuk spam hubungi admin

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s