Batas Kecepatan Ban kendaraan bermotor, jangan lebih!!!

Assalamualaikum

Brosis, pasti dengar beberapa kasus pecah ban saat kecepatan tinggi. Pecah ban bisa terjadi karena beberapa hal, baik tekanan ban, kondisi jalan, compoun ban, kondisi fisik ban. Namun, yang paling tidak diperhatikan adalah batas kecepatan ban.

Ini terjadi biasanya pada motor yang diupgrade mesin tanpa memperhatikan sektor ban. Motor dibuat mampu melaju di kecepatan di atas 150km/h tapi ban standart bahkan di bawahnya. Berarti sudah siap asuransi dan bpjs.

Berikut diagram dan daftar indikator kecepatan pada ban motor (termasuk mobil) :

​Kode kecepatan maksimun ditulis dengan kode huruf, yang menunjukan batas maksimal sebuah ban dipacu terus selama 1 jam dengan membawa beban sesuai spesifikasi standar. Berarti, toleransi waktu yang diberikan pada maksimal ban berputar adalah 1jam. Misal batas 150km/h, brosis cuma boleh memacu dengan kecepatan segitu dalam waktu satu jam. Jika lebih maka akan meletus, ini di pengaruhi juga oleh kondisi ban dan tekanan angin juga panas.

Berikut tabel kecepatan maksimum (km/jam)

Rating – Kec. Maksimum (km/h)

Moped -50

J -100

K – 110

L – 120

M – 130

P – 150

Q – 160

R – 170

S – 180

T – 190

U – 200

H – 210

V – 240

W – 270

ZR – over 240

Contognya begini, untuk ban dengan kode 90/90-14 M/C 46P. Huruf P yang ada dibelakang angka (46P) itu yang menunjukan kecepatan maksimal. Sesuai table di atas P adalah menunjukan maksimun kecepatan 150 km/jam. Rata rata motor kecil di Indonesia memakai jenis ban dengan huruf P. Karena memang rata rata batas kecepatan tak lebih dari 150km/jam.

Sebenarnya, Ninja 250RR kurang cocok jika dipakaikan ban huruf P (rerata memakai ban motor dengan cc di bawahnya). Namun, jika kecepatan yang dipakai tidak melebihi batas maksimal ya boleh saja asal … Jangan terlalu lama di kecepatan maksimal. Karena ingat ban tidak sesuai spesifikasi. Walau tekanan angin dan kondisi ban juga mendukung terjadinya error.

Salah satu yang miris di Indonesia adalah, banyak yang ingin motornya jadi tambah kencang doang. Tapi pengendalian buruk. Contoh jelasnya ya pemakaian ban kecil murah, namun mesin motor diupgrade agar melebihi Ninja 2tak. Itu bodoh namanya. Ini biasanya pada motor motor CB custom atau GL series. Juga pada Satria. Para pemuja kecepatan, biasanya lebih fokus pada kecepatan mesin dan tampilan. Namun. Ban tetap memakai spedifikasi di bawah standart.

Mobil juga sama kah? Tentu saja! Terutam user mobil performa tinggi. Misal saja Pajero. Yang paling sering terlihat ngebut seperti duo kaleng Avanza – Xenia. Karena banyak mobil dipacu dengan kecepatan tinggi, terutama jalan tol. Yang terbaru tentu Tol Cipali, tol terpanjang di Indonesia. Di mana di sini banyak driver tergoda menginjak gas dalam dalam sampai tak tahu kecepatan melebihi 150km/h. Iya kalau speknya samai 200km/jam masih mampu, kalau kurang? Apalagi dengan kecepatan maksimal dalam waktu 1 jam nonstop. Ya siap siap itu ban pecah. Beberapa kasus sudah terjadi sebenarnya. 

So, tetap perhatikan unsur keselamatan dalam berkendara. Maut bisa datang di jalan raya akibat kesalahan diri sendiri maupun orang lain.

3A330F33E0FDB54C8C27690583FBA366

Dikirim dari Lenovo Ndeso 94 TAB 2 Android.
Kategori sama :

Artikel Terbaru :

Iklan

Tentang Bro Ndes 94

Seseorang yang mempunayi hobi menulis, membaca, dan mencari ilmu baru. Tak ada paksaan dalam menulis, karena menulis itu seperti mengalir. Jika terbiasa maka kita akan kecanduan. #Poko'e_Joget#
Pos ini dipublikasikan di Tips Oto dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Mohon di komentari, kritik dan saran. Yuk diskusi bareng :-) Jika komen anda masuk spam hubungi admin

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s