Assalamualaikum
Brosis, kabar dari NTT nih. Kapolda NTT berhasil menyita ratusan minuman keras yang beredar menjelang perayaan pergantian tahun. Salah satunya dari cafe & bar milik anggota DPR-RI yaitu Herman Hery.
Namun, aksi berani Kapolda NTT Brigjem Endang Sonjaya ini berdampak mutasi jabatan. Beliau dipindah ke Inspektorat Wilayah (Irwil) II Itwaaum Mabes Polri. Mutasi dilakukan beberapa hari setelah kasus razoa minuman keras tersebut.
KaSubdirektorat II Direktorat Narkoba Polda NTT, AKBP Albert Neno diancam akan dibunuh dan mendapat perkataan kasar dari Herman. Albertpun melaporkan Herman ke Polda NTT atas tuduhan mengancam dan memfitnah.

Herman yang merupakan bagian komisi III DPR yang mengawasi Kejagung dan KPK ini marah karena toko mirasnya di razia Polda NTT. Toko yang dirazia ditutup dan beberapa orang diamankan
Rupanya, razia yang dilakukan Albert dan rekan-rekannya jelang Natal itu membuat beberapa pihak tak senang. Singkat cerita, ketidaksenangan itu berbuntut pada ancaman yang diterima Albert.
Lewat SMS, Albert yang kala itu tengah merayakan Natal menerima perkataan tidak mengenakkan dari seseorang yang mengaku sebagai anggota DPR. SMS itu dikirim pada 26 Desember malam. Tak terima dengan ancaman itu, Albert kemudian melaporkan kejadian tidak mengenakkan itu ke Polda NTT.
Kapolda NTT Brigjen Pol Endang Sunjaya membenarkan anak buahnya memang melakukan operasi pekat sebelum malam Natal. “Razia sebelum Natal memang dilakukan di tempat usaha yang menjual bir. Razia ini terkait surat menyurat. Mereka ada izin Pemda tapi departemen lainnya nyatakan izin sudah habis. Razia dilakukan di beberapa tempat,” jelas Endang.
Sumber : posmetro
Kapolda NTT tersebut memutuskan mengembalikan barang sitaan razia. Termasuk dari milik Anggota Fraksi PDIP-Perjuangan tersebut.
“Saya sudah memutuskan untuk mengembalikan semua miras sitaan milik anggota DPR-RI dari F-PDI Perjuangan itu dari restoran Bir and Barrel miliknya di Jalan Timor Raya, belum lama ini,”
Selain itu, miras milik anggota DPR-RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) itu, polisi juga akan mengembalikan miras milik para pengusaha lainnya di Kota Kupang melalui Wali Kota Kupang Jonas Salean.
Menurut Kapolda, hal itu merupakan pembelajaran bagi anggota DPR dan pengusaha lainnya. Namun, tidak tahu apa sebenarnya maksud dari pengembalian ini. Apakah ini tanda polisi tidak berdaya dengan penguasa?
Ini brosis surat keputusan mutasi dari Mabes Polri, Endang tidak mengalami kenaikan karena tingkat jabatannya sama :
Dikirim dari Lenovo Ndeso 94 TAB 2 Android.
Kategori sama :
- Rem, safety yang “Sering” tak dihiraukan (9/21/2013)
- “BUKAN” Jetbus 5. Bus Pariwisata ini Mode Siluman (5/16/2024)
- “Hampir” menyaksikan bus kecelakaan (4/21/2014)
- “I Pray for all : Welcome to 2014” – – (12/31/2013)
- “ISDAFA” – Kelompok Musik Hadrah Modern Bojonegoro Kota (1/17/2016)
- “Ketika Polwan berjuang mengantarkan kotak suara PILKADA” (12/16/2015)
- “Lagi nyusu”, sepasang remaja tertangkap kamera di Stadion Bojonegoro (11/24/2016)
Artikel Terbaru :
- Honda Astrea Ini Dimodifikasi Melebihi harga motor
- Honda Astrea Ini Dimodifikasi Melebihi harga motor
- Honda Astrea Ini Dimodifikasi Melebihi harga motor
- HONDA CBR PURPLE CONCEPT
- Honda Stylo Ijo Stabilo
- SetUp paling padat yang pernah ku lihat di Vario 150
- Vario 169 Modifikasi Street racing
- Step Up dengan Generasi Terbaru, All New Honda Vario 125 Hadir Lebih Keren dan Sporti di Jawa Timur
- 65 Armada Honda Care Hadirkan Rasa Aman Berkendara Saat Hujan
- Kompetisi #Cari_Aman Skill Competition Hadir dengan Konsep Baru: “Jago Cari Aman Biar Happy”




Wah parah yah..
SukaSuka
Kacau..
SukaSuka
Iya nih
SukaSuka