Polisi tidur UNESA, bagaimana jika dari dekat?? Standart tidak ya… (Live on Location)

PicsArt_1443648474503

Assalamualaikum

Brosis, beberapa saat yang lalu terjadi kasus kecelakaan di jalan raya dekat kampus UNESA. Jalur tersebut termasuk milik UNESA karena berada di area universitas yang mencetak banyak guru tersebut. Jalur tersebut menghubungkan perumahan Citraland dan Lidah Wetan. Jalur tersebut merupakan jalur tercepat dan tidak mengalami kemacetan. Ada jaur lain yang berada di Lidah Wetan jurusan Menganti Gresik, namun jalur tersebut selalu macet.

Oleh karena itu jalur UNESA ini begitu penting bagi masyarakat khususnya penghuni Citraland. Di tambah masyarakat luar Citraland yang ingin jalan-jalan ke komplek perumahan Citraland tersebut. Selain sempit juga, apalagi untuk menuju Citraland juga ada gang dari jalur tersebut namun sempit dan melewati kawasan padat penduduk. Bro ndess sendiri sudah hafal betul bagaimana situasi lalu lintas daerah tersebut yang selalu macet.

Nah, pihak UNESA sendiri baru-baru ini memutuskan untuk membuat speed trap atau istilahnya Polisi Tidur untuk mengurangi kecelakaan dan kecepatan para pengendara yang melewati tempat tersebut. Namun, bukannya menyelesaikan masalah malah membuat masalah baru. Polisi tidur yang dibangun sebanyak lebih dari 5 itu justru membuat kecelakaan pengendara. Kenapa? Berikut analisa bro ndess setelah survey kejalan UNESA.

PicsArt_1443647730376

Setelah mengukur menggunakan penggaris serta mencoba merasakan polisi tidur di seluruh ruas jalan dari ujung ke ujung. Bro ndess menyimpulkan kalau yang salah dari polisi tidur UNESA adalah terlalu tajam. Tingkat kelandaian yang di bawah standart sehingga ketika melewati polisi tidur terasa seperti menabrak batu besar, lebih gampangnya kayak naik trotoar. Tinggi dari polisi tidur UNESA sendiri 8cm. Namun, ujung polisi tidur atau sisi atas yang harusnya datar 12cm justru cembung dan tajam. Mirip polisi tidur di kampung saja. Karena di bawah 12cm dan kelandaian yang kurang, maka suspensi motor dan mobil akan terasa. Terutama motor matic dan bebek (yang ceper juga), serta mobil yang ground clereance rendah.

PicsArt_1443647831852 Pantauan bro ndess sendiri jalur ini jadi semakin macet, bukan karena traffic light justru karena polisi tidur yang tajam dan berdekatan (tidak sampai 100meter). Ini bukan kampung padahal dan jarang ada orang (malah gak ada). Di sini motor dan mobil dengan ground clearance yang di bawah 6-7cm harus waspada sis tengah tergasruk kalau tidak pelan-pelan. Untuk yang ceper mending jangan lewat sini. Sudah tidak ramah jalur ini. Banyak pengguna motor memilih melalui sisi samping yang seperti saluran air kecil. Namun, di sini akan ditemui banyak lubang drainase yang bisa bikin kaget!

Berikut beberapa foto polisi tidur UNESA yang tajam :

PicsArt_1443648243907

PicsArt_1443648115449

Jpeg

Dan ini kutipan peraturan resmi tentang speedtrap, polisi tidur, atau alat pembatas kecepatan :spesifikasi-polisi-tidur-dari-kepmenhub-no-3-tahun-1994

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM. 3 Tahun 1994 Tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan. Pada dasarnya pembuatan alat pembatas kecepatan dibutuhkan ijin dari pejabat yang berwenang (contohnya Kepala Daerah). Alat pembatas kecepatan juga hanya boleh dibuat pada tempat-tempat tertentu saja, seperti :

a. Jalan di lingkungan pemukiman
b. Jalan lokal yang mempunyai kelas jalan III
c. Pada jalan-jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi

Di dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu lintas dan angkutan jalan perihal pengelompokan Jalan. Pengertian Jalan Kelas III adalah jalan arteri, kolektor, lokal, dan lingkungan yang dapat dilalui Kendaraan Bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 (dua ribu seratus) milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 (sembilan ribu) milimeter, ukuran paling tinggi 3.500 (tiga ribu lima ratus) milimeter, dan muatan sumbu terberat 8 (delapan) ton.

Syarat pembuatan alat pembatas kecepatan :

  • Penempatan alat pembatas kecepatan dilakukan pada posisi melintang tegak lurus dengan jalur lalu lintas
  • Lokasi dan pengulangan penempatan alat pembatasan kecepatan disesuaikan dengan hasil manajemen dan rekayasa lalu lintas
  • Penempatan alat pembatas kecepatan pada jalur lalu lintas dapat didahului dengan pemberian tanda dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas.
  • Penempatan alat pembatas kecepatan pada jalur lalu lintas harus diberi tanda berupa garis serong dari cat berwarna putih.

 

  • Pemasangan rambu dan pemberian tanda dimaksud digunakan untuk memberi peringatan kepada pengemudi kendaraan bermotor tentang adanya alat pembatas kecepatan di depannya.

 

  • Bentuk penampang melintang alat pembatas kecepatan menyerupai trapesium dan bagian yang menonjol di atas badan jalan maksimum 12 cm. Penampang tersebut di kedua sisi miringnya mempunyai kelandaian yang sama maksimum 15%. Lebar mendatar bagian atas), proporsional dengan bagian menonjol di atas badan jalan dan minimum 15 cm.

 

  • Alat Pembatas kecepatan dapat dibuat dengan menggunakan bahan yang sesuai dengan bahan dari badan jalan, karet, atau bahan lainnya yang mempunyai pengaruh serupa. Pemilihan bahan harus memperhatikan keselamatan pemakai jalan.

Jadi gak sembarangan brosis. Yang dilakukan oleh pihak UNESA ini diketahui atas keputusan pihak UNESA pribadi tanpa memperhatikan peraturan yang ada, dan akhirnya mencelakakan pengguna jalan yang lewat. Ada selentingan kabar bahwa jalur ini akan ditutup permanen untuk umum, waduh…. Bakalan kacau nih. Ya walau ini milik UNESA jadi universitas itu punya hak preogratif dalam pengelolaan jalan.

Semoga mendapat solusi terbaik.

Iklan

Tentang Bro Ndes 94

Seseorang yang mempunayi hobi menulis, membaca, dan mencari ilmu baru. Tak ada paksaan dalam menulis, karena menulis itu seperti mengalir. Jika terbiasa maka kita akan kecanduan. #Poko'e_Joget#
Pos ini dipublikasikan di Opini & Fakta dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Polisi tidur UNESA, bagaimana jika dari dekat?? Standart tidak ya… (Live on Location)

  1. basuki berkata:

    unesa kok arogan sekali mbuat poldur kayak gitu seperti di depan kopasus kartasura, haaarrusnya yg begitu ditertibin.

    Suka

  2. lexyleksono berkata:

    Rame diomongin kok gak dibenerin ya..

    Suka

  3. Ping balik: Harusnya UNESA mencontoh polisi tidur ITS Surabaya | Ndeso94(dot)com – Blogger Pinggiran

  4. Solikhun berkata:

    Saya sendiri mhs unesa, dan hal ini sebenarnya bukan hal yg dibuat atas persetujuan pihak unesa sendiri, tetapi kptusan sepihak dr citraland tanpa persetujuan unesa. Kawan2 mhs sudah berdemo utk hal ini bro. Lain kali tlg kalo buat berita yg jelas ya sumber nya . Trims 🙂

    Suka

  5. Bayu berkata:

    Hahahaha..
    Unesa benar benar ndeso. Sampai wong ndeso94 sangat akrab dgn Unesa. Tahu semua tentang Unesa.

    Suka

  6. Bukan hanya polisi tidur yg jumlahnya dan kualitas illegal tapi ini jalan raya yg tdk ada penghuni dan anak kecil yg lalu lalang yg harus segera ditertibkan demi kemanan dan kenyamanan masyarakat umum, tetapi secara hukum pidana ini adalah kelalaian akibat perbuatan ilegal diatas yg mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, luka2 berat/ringan, dan secara perdata telah menimbulkan ribuan kerusakan pada suspensi dan bagian bawah kendaraan roda dua/empat, belum lagi hilangnya waktu produktif akibat macet, dan pemborosan bbm. Pasal berlapis telah siap menjerat pengurus UNESA.

    Suka

Mohon di komentari, kritik dan saran. Yuk diskusi bareng :-) Jika komen anda masuk spam hubungi admin

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s