Met sore.
Siapa yang sering bersepeda motor jarak jauh tiap hari? Bahkan touring beratus kilometer. Ada beberapa biker yang salah dalam ridingnya, terutama pengereman. Pengetahuan dan teknik yang kurang kadang membuat biker salah dalam perhitungan pengereman dan caranya.
Mengerem, adalah kegiatan menghentikan laju kendaraan yang sedang berjalan atau mengalami kecepatan. Nah, dalam sepeda motor sistem pengereman ada di roda depan dan roda belakang yang sudah dihitung sedemikian rupa dalam tingkat keselamatannya.
Akan tetapi, banyak dari biker-biker di Indonesia yang salah dalam tekniknya. Hasilnya? Bisa kita lihat banyak kejadian kecelakaan akibat salah memperhitungkan pengereman. Pengereman yang benar itu sesuai dengan situasi dan kondisi di mana anda berada.
Misal, bila dalam kecepatan tinggi kemudian rem mendadak, jangan pernah cuma memakai rem depan atau rem belakang aja. Dua-duanya pakai, baik moge atau mocil. Karena apa? Perpaduan keduanya bakalan membuat kendarasan lebih cepat berhenti.
Di dalam tikungan, kita dilarang mengerem depan! Karena itu bisa berbahaya bisa menyebabkan motor slip dan terguling, cukup memakai rem belakang dan gas yang konstan. Juga posisi kendaraan jangan dari dalam tikungan, tapi dari sisi luar tikungan. Agar kita tidak panik saat menemui kejadian mendadak, karena pandangan dari sisi luar lebih luas.
Bagaimana dengan lokasi berpasir dan beroli/minyak yang di mana licin sekali? Caranya ya jangan melakukan pengereman di sana. Berbahaya. Cukup lakukan engine brake saja, apit kedua kaki dengan kuat pada badan motor. Usahakan motor tidak mobat-mabit, stang motor pegang kuat. Gas tetep konstan. Kalau matic? Ya pakai rem belakang tapi jangan terlalu kencang, gas juga tetap konstan agar motor tidak ambruk. Jangan melakukan pengereman mendadak.
Posisi kaki & tangan.
Posisi kaki, saat mengendarai motor yang menggunakan rem kaki kanan, kaki tetap di atas rem. Jangan pernah diturunkan kecuali mau belok sebagai isyarat. Kenapa tidak boleh diturunkan? Ya karena agar kaki kita tidak terlambat saat melakukan pengereman, otomatis merespon cepat saat ada perintah dari otak untuk mengerem.
Posisi tangan, jangan pernah menggunakan satu jari aja buat menarik tuas rem depan. Tapi, gunakan 4 jari penuh. Kenapa? Kalau cuma 1 jari belum terlalu kuat dan tangan secara tidak sengaja menarik gas sehingga mengakibatkan pengereman jadi sia-sia karena motor malah semakin menambah kecepatan akibat tuas gas’nya tertarik, bukan malah menurun karena rem.
Untuk matic ya tangan selalu dalam kondisi siap pada tuas rem. Karena memang tuas rem ada pada stang. Kaki rapat ke body agar motor tetap dalam kondisi stabil gak goyang.
Bijak dalam melakukan pengereman dan tahu serta paham bagaimana tekniknya. Agar selamat dan tetap safety riding.
#Salam_Ndeso_Bojonegoro
Artikel lain :
- Honda Supra X 125 yang gak mau kalah trend
- Honda Revo Matic Satu Ini mulus sekali
- Bersiap Ikuti “CRF TRAIL ADVENTURE EAST JAVA SERIES 2025” di Trawas! Jelajahi Nyali, Raih Kebebasan – Kuota Terbatas, Segera Daftar!
- Modifikasi Honda Stylo Retro Futuristik
- Honda Stylo Hubless
- Restorasi Honda C800, Supercub
- Modifikasi Vespa 2tak Jadi Roda Tiga
- Sederhana tapi ini yang harus dimodif pada Honda Stylo
- Kode Rudal “FOX (diikuti angka” Pada Pesawat Tempur
- Honda Stylo Decal Arai


pertamax ..
SukaSuka
Info kehilangan motor
SukaSuka
Kaya.a safety yg blkang mnurutku
SukaSuka
ane gag setuju yg hrus ngerem pakai 4 jari…neg gae motor yamaha yo iso njungkel gag karo-karo.an gae driji 1 ae wes kroso ngerem.e. gae 4 driji yo iso salto jungkir walek
SukaSuka
joss
Penyebab dan Akibat RantaiKendur
SukaSuka