

Assalamualaikum
Brosis, Dalam acara halal bihalal kemarin bro ndess mendapatkan kesempatan mencoba Yamaha Lexi 125 yang merupakan produk matic terbaru dari Yamaha. Motor ini support dari Yamaha DDS Jatim yang diwakili oleh Mas Andrian sama ada Sam Cahyadi alias pak Cece dari Ngalam Motor ini memiliki fitur yang sama seperti maxi Yamaha lain seperti headlamp LED, body lebar, dan tentunya VVA.
Nah, rute yang dilalui untuk test ride adalah dari Kanigoro Blitar menuju Gunung Kelud, Kediri (Heran saja, padahal dekat dengan pemukiman kab Blitar tapi Gunung Kelud tetap sukses masuk karesidenan Kediri). Rute yang dipilih selain perkotaan adalah pedesaan, hutan, tanggul penahan lahar, dan jalur menanjak G Kelud.
Pertama kali naik Lexi, tentu yang dirasakan oleh bro ndess adalah motor ini lebar dan sukses bikin TB 170cm sedikit jinjit. Aslinya problem bukan pada ketinggian motor, tapi jok yang lebar. Sisi positifnya, cocok buat jarak jauh dan gak gampang bikin panas walau sedikit keras sih. Lexi ini memiliki speedometer yang sama dengan Aerox, memiliki beberapa instrumen yang sama. VVA akan aktif di rpm atas.
Berbeda dengan Aerox 155 yang terkesan berat, Lexi ini lebih enteng. Desain dek bawah yang lebar dan ada sisi miringnya seperti Nmax, memberikan kesan nyaman dan bisa muat barang banyak. Misal bawa tas rangsel. Handling si Lexi ini menyenangkan dan enak. Suspensinya tidak terlalu keras.



Yang menyenangkan adalah performa mesinnya. Dibantu oleh VVA, Lexi memiliki kesan tidak ada kata lemot. Walau suara mesin agak sedikit ngorok, tapi tenaganya mengisi bawah ke atas. Tidak ada indikasi penurunan tenaga hingga 100kpj. Top speed yang bisa diraih ya 100kpj dalam beberapa ratus meter. Mungkin lebih jika ada jalur lurus lebih lebar.
Saat dipakai naik G Kelud, Lexi dalam kondisi standart masih sukses diajak walau berboncengan. Beberapa rekan yang lain ada yang berboncengan, tidak ada kendala sampai berhenti kecuali motor sedikit lebih pelan dari biasanya khas motor menanjak. Review pada pengereman, khas Yamaha. Pakem dan dapat dikendalikan. Rem belakang memakai tromol dan rem depan cakram. Saat di pakai turun gunung, untuk yang baru pertama pakai motor Lexi, bro ndess tidak terlalu kesulitan.

Berapa konsumsi BBM/L? Dalam kondisi riding non eco alias gass pol rem polll khas bro ndess. Di Speedometer tercatat 36,5KPL. Ini wajar loh, kalau kondisi riding memakai mode Eco alias 60kpj tanpa gas spontan atau hard brake kemungkinan di atasnya. Karena bro ndess mencari paling boros berapa konsumsi bbm si Lexi ini ya akhirnya saat bareng bareng ke G Kelud, bro ndess suka gas spontan dan hard brake.
Nah bagaimana brosis? Hadirnya Lexi ini memberikan pilihan bagi konsumen Yamaha untuk memilih motor sesuai kebutuhannya. Ada Lexi 125, Aerox 155, Nmax 155. Tinggal pilih mana karena ketiganya punya keunggulan sesuai marketing masing masing.
Semoga bermanfaat.
Dikirim Dari PortalModif.wordpress.com
Kategori sama :
- Rem, safety yang “Sering” tak dihiraukan (9/21/2013)
- “BUKAN” Jetbus 5. Bus Pariwisata ini Mode Siluman (5/16/2024)
- “Hampir” menyaksikan bus kecelakaan (4/21/2014)
- “I Pray for all : Welcome to 2014” – – (12/31/2013)
- “ISDAFA” – Kelompok Musik Hadrah Modern Bojonegoro Kota (1/17/2016)
- “Ketika Polwan berjuang mengantarkan kotak suara PILKADA” (12/16/2015)
- “Lagi nyusu”, sepasang remaja tertangkap kamera di Stadion Bojonegoro (11/24/2016)
Artikel Terbaru :
- Honda Supra dirubah menjadi CT125
- Honda ADV Africa Twin
- Honda Vario 150 Ini Sporti banget
- Honda Supra X 125 yang gak mau kalah trend
- Honda Revo Matic Satu Ini mulus sekali
- Bersiap Ikuti “CRF TRAIL ADVENTURE EAST JAVA SERIES 2025” di Trawas! Jelajahi Nyali, Raih Kebebasan – Kuota Terbatas, Segera Daftar!
- Modifikasi Honda Stylo Retro Futuristik
- Honda Stylo Hubless
- Restorasi Honda C800, Supercub
- Modifikasi Vespa 2tak Jadi Roda Tiga


