Kenapa spion motor sport full fairing harus dilipat?

wp-image-449920190

Assalamualaikum

Brosis, fenomena spion dilipat pada motor sport full fairing jadi perbincangan tanpa ujung. Ada pro kontra di sini. Bro ndess sendiri agak bingung menyikapinya. Bro ndess mencoba untuk memahami dan meneliti kenapa spion motor full fairing harus dilipat, di mana diperbolehkan untuk melipat.

Motor sport full fairing memiliki jenis spion yang berbeda dengan motor non fairing. Spion berada di fairing dengan tangkai yang panjang dan umumnya spion berukuran besar. Sudut pandang ke belakang juga pas, bro ndess juga pernah naik motor sport full fairing kok. Jadi paham bagaimana karakter spionnya.

Walau besar dan lebar, namun panjang dari tangkai spionnya tidak melebihi panjang stang motor dari ujung kanan ke kiri. Sehingga tidak perlu khawatir saat manuver di antara dua mobil dan gang jalan setapak. Namun, kebanyakan pengguna motor sport di tanah air suka melipat. Brosis bisa lihat jika ketemu rider-rider motorsport. Rerata pasti dilipat, padahal situasi jalan lenggang.

Lalu kenapa spion dilipat? Beberapa alasan yang bro ndess dapat dari surfing ke sosial media dan tanya langsung. Alasannya satu, keren dan lebih racing look. Patut diakui, kalau spion rata-rata motor sport punya bentuk yang bagi sebagian orang menganggu estetika. Mengganggu kerennya desain motor. Ini alasan aneh banget. Dikira motor balap yak. Bahkan beberapa mengganti dengan spion yang lebih kecil, yang mungkin untuk “look back” gak terlalu kelihatan.

wp-image-1508579148

Beberapa rider yang lain, memilih melipat agar terkesan motor balap motoGP. Ya bukan motorGP aja sih. Tapi, memang jika tanpa spion. Motor sport full fairing terlihat racing banget. Aura race looknya keluar. Ya memang umumnya motor type ini, dipakai buat balapan ketimbang motor sport naked.

Sebenarnya sah-sah saja melipat spion la wong bentuknya aja bisa dilipat ke dalam. Namun, di tempat yang tepat dan situasi yang tepat. Memang jarangggggg banget polisi yang menilang. Namun, kesan negatif juga muncul. Lalu di mana sih yang boleh menurut bro ndess melipat spion?

  1. Filtering kemacetan.

Dimensi motor full fairing lebih panjang dari motor kebanyakan, kecuali big matic. Motor sport punya body depan yang lebih panjang. Ini menyusahkan saat harus menerobos kemacetan. Belok kanan, belok kiri. Manuver zig-zag pelan. Kalau di motor bebek, matic, sport naked kebanyakan bakal miring dan gampang ngindari tertabrak spion mobil. Maka motor sport ini agak susah, terutama saat harus memasukkan body motor yang panjang ke sela-sela antara dua mobil. Dan harus zig-zag.

wp-image--1106578261

Saat posisi ini, bro ndess melipat spion. Itupun tergantung posisi yang akan dilalui, jika butuh satu spion dilipat agar tak tertabrak ya satu aja. Kalau dua ya dua yang dilipat, inipun kalau sudah selesai bro ndess bakal balikkan lagi ke posisinya. Karena susah berkendara di jalan umum tanpa spion, gak bisa waspada.

2. Β Masuk rumah.

Kenapa di rumah wajib dilipat? Karena, spion yang “mecungul” tersebut menganggu aktivitas di rumah. Bisa tersenggol nanti, apalagi bentuknya kan panjang dan condong ke depan. Kecenderungan untuk “kecantol” ini besar. Terutama jenis-jenis spion motor sport atau moge yang besar. Kemudian ruangan buat parkir sempit dan penuh. Bro ndess aja selalu lipat saat di kos kemarin, pas bawa R15/GSX. Karena spionnya menganggu yang lain dan kena tembok pas parkir.

3. Parkir di tempat parkir umum.

Kecuali tempat parkir yang ada tempat khusus motor sport dan motor brosis jenis motor gede. Umumnya, di tempat parkir yang campur-campur posisi kendaraan sangat mepet dengan kendaraan lain. Spion motor jadi rentan kena senggol, kalau kesenggol pelan dan cuma sekedar senggol sih gak bikin motor gerak. Tapi, kalau kesenggol dengan gaya dorong lumayan bisa rubuh motor. Ini berbahaya. Apalagi pas manuver mau keluar tempat parkir, di sini wajib spion dilipat agar tak tersenggol.

wp-image-492373122

Memang masalah spion ini jadi pro kontra di kalangan pecinta motor. Kalau menegur katanya iri, kalau tidak ditegur kok ngawur. Karena efek spion dilipat sembarangan ini bikin sugesti motor kayak motor balap. Bro ndess akuin ini. Berbeda dengan spion dilepas di motor biasa. Spion dilipat ini jarang…………………….banget yang menegur. Bahkan jarang disorot di media massa (pernah ada foto rolling motor dengan obyek motor sport spion dilipat semua).

Bro ndess belum nemu UU yang mengatur spion ini. Umumnya juga polisi jarang banget menilang. Cuma tahu UU yang mengatur spion wajib 2 dan ukurannya mampu mengakomodasi kondisi belakang motor. Kalau menurut brosis bagaimana?

 

3A330F33E0FDB54C8C27690583FBA366

Dikirim dari Lenovo Ndeso 94 TAB 2 Android.

Kategori sama :

Artikel Terbaru :

Iklan

Tentang Bro Ndes 94

Seseorang yang mempunayi hobi menulis, membaca, dan mencari ilmu baru. Tak ada paksaan dalam menulis, karena menulis itu seperti mengalir. Jika terbiasa maka kita akan kecanduan. #Poko'e_Joget#
Pos ini dipublikasikan di Gambar, Opini & Fakta, Tips Oto dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kenapa spion motor sport full fairing harus dilipat?

  1. techtonime berkata:

    padahal jujur aja spion dilipat pas motor dipake jalan itu kelihatan bodoh banget…
    no offense

    Suka

Mohon di komentari, kritik dan saran. Yuk diskusi bareng :-) Jika komen anda masuk spam hubungi admin

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s