Pakai Box Givi/Shad, pasti dikira ikut klub motor

image

Assalamualaikum

Brosis, bro ndess sudah beberapa bulan ini memakai Top Box Givi e35 warna putih second. Box ukuran sedang ini bro ndess pasang di Vario dengan alasan fungsional. Karena sering PP Surabaya Bojonegoro, dan juga capek bawa tas.

Nah, soal fungsi sih dapat banget lah. Membantu akomodasi barang bawaan. Tak takut saat hujan datang. Juga box ini membantu menyimpan helm kalau kondisinya lagi kosong. Nah, namun ada pengalaman yang khas pasti diterima oleh para pengguna box merk terkenal ini. Khususnya pengendara motor biasa.

Artikel : Pasang Box Givi E35 pada Vario LED

Dikira anak klub.

Sering banget diklakson sih sudah biasa, ama anak anak klub motor. Namun, jika diportal alias dicegat diajak ngopi? Itu agak kurang menyenangkan terutama yang lagi ada urusan.

Beberapa saat yang lalu saat bro ndess pulang ke Bojonegoro, waktu itu berhenti di Mushola buat berbuka puasa. Ada seorang biker Vixion bertanya pada bro ndess.

V : “Mas, ikut klub vario bojonegoro ya?”
A : “nggak mas, pengendara biasa. Sendirian.”
V : “oh,, independent to mas. Soalnya, motornya banyak stiker. Kayak anak biker.”
A : “Nggeh mas.”

(Setahu bro ndess, istilah berkendara sendiri itukan single rider. Bukan independent yak. Soal stiker, itukan stiker Polantas, logo Jatengmotoblog ma logo rekan rekan blogger lain. Gak ada logo klub.)

image

Bro ndess sempat ingat perkataan kang Wenda saat seorang biker mojokerto pengguna New CB datang ke bengkel, sedangkan motornya full box triple shad. Jangan diberi stiker. Entah itu stiker apa, ataupun sekedar stiker komunitas non motor. Soalnya pasti dikira anak klub dan akan diportal(dicegat untuk ngopi). Soalnya jarang pengendara biasa pakai triple box gede. Hal ini berlaku biasanya hanya pada pengguna dua merk box umum seperti Givi dan Shad, tak menutup kemungkinan juga jenis Pannier. Walau jarang juga sih lihat biker biasa pengguna Pannier.

Ya karena harga box dan perangkat pendukung itu mahal. Jadi wajar pemikiran itu ada. Sebab, pengendara awam di Indonesia rata rata berpikir berulang kali kalau mau beli box. Pengetahian tentang box motor ini juga kurang. Beda dengan biker negara tetangga seperti Malasyia, Thailand dan lain lain yang pengetahuan tentang box motor dan fungsinya sudah diluar kepala.

Semoga bermanfaat.

image

3A330F33E0FDB54C8C27690583FBA366

Dikirim dari Lenovo Ndeso 94 TAB 2 Android.

Kategori sama :

Artikel Terbaru :

Iklan

Tentang Bro Ndes 94

Seseorang yang mempunayi hobi menulis, membaca, dan mencari ilmu baru. Tak ada paksaan dalam menulis, karena menulis itu seperti mengalir. Jika terbiasa maka kita akan kecanduan. #Poko'e_Joget#
Pos ini dipublikasikan di Opini & Fakta, otomotif dan tag , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Pakai Box Givi/Shad, pasti dikira ikut klub motor

  1. yht2506 berkata:

    mungkin maksudnya independen itu masnya ngga gabung ke klub manapun….

    Suka

  2. Akbar berkata:

    Ndi mas gak tau ketemu, tapi aku rider malam se, engko lek ketemu tak telolet, nvl motogp helm kyt cross over wkwk

    Suka

  3. yusuf berkata:

    oalah iki to..vario itu sepertinya sy pernah liat lewat babat. ikut club atau komunitas juga kan gak ada salahnya bro. sampeyan sepertinya antipati sekali sama club2 motor? sy sering papasan sama vario itu saya klakson pantes kok diem aja.

    Suka

Mohon di komentari, kritik dan saran. Yuk diskusi bareng :-) Jika komen anda masuk spam hubungi admin

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s