Mengenal istilah / logat dalam Bahasa Jawa-Bojonegoro (Jonegoroan)

image

Assalamualaikum

Sebagai orang Bojonegoro, walau sudah terkontaminasi bahasa Suroboyoan tapi tetap saja logat asli masih ada dengan sedikit ubahan ritme dan nada karena terbiasa dialek kasar khas Surabaya. Oh iya, pasti brosis tahu dengan kata-kata “Kulhu ae lek, kesuen!” Yups, kata-kata ini berasal dari KH Anwar Zahid, kyai nyentrik tapi tak dilirik wartawan yang berasal desa Simorejo, Kec Kanor, Bojonegoro. Satu kecamatan dengan bro ndess.

Bojonegoro sendiri termasuk wilayah Jawa Timur, terletak di ujung barat berbatasan dengan Jawa Tengah. Dialegnya pun unik dan cenderung gampang dikenali orang luar daerah yang lebih dikenal “boso Jonegoroan”. Berikut contoh dialeg dengan bahasa jonegoroan :

A : Mas, jarene ape neng Jonegoro? Nek hiyo, aku titip.
B : Nitip opo’i?
A : Tulung tukokna sepatu.
B : Sepatu? Lha we’em sing mbok nggo dhek ingi neng endi?
A : Wis bedhah kabeh, nggon taline bujat gak kenek didandani.
B : Rega larang ya oleh?
A : Ra masalah. Karepem mileh sing piye modele, sing penting warnane puteh.
B : Nek gak enek puteh?
A : Mboyak karepem, ape mbok pilihke sing werna liyane ya oleh, sing penting gak luweh satus ewu.

Unik dan lucu bukan? Kalau brosis dari luar kota pasti merasa begitu. Oh iya, sekedar memberitahu nih. Ada beberapa kosakata yang hanya ada di dalam bahasa Jonegoroan, misalnya di bawah ini :

1. “NEM” – bahasa “nem” ini berarti kamu / menggantikan kata milik kamu. Contoh : “Iki lho bukunem gak mbok petil?” ~ “ini lho bukumu tidak kamu ambil?”

2. “PETIL” – kata kerja yang berarti mengambil, contohnya seperti nomor 1.

3. “NJUNGOK” – kata kerja yang berarti duduk, di komunitas Blogger Bojonegoro kata ini dipakai untuk menggantikan istilah kopdar alias kumpul bareng.

4. “BUWOH” – kata kerja yang berarti menghadiri undangan pernikahan atau acara besar lain. Istilah lain sih suruan.

5. “DAMONI” – kata kerja yang berarti meniup atau menghembuskan udara ke minuman yang masih panas.

6. “LEBI” – kata kerja yang berarti menutup, contohnya menutup pintu.

7. “JENGKLONG” – kata lain dari nyamuk.

8. “MBEDIDING” – kata yang menjelaskan tentang perasaan takut akan ketinggian.

9. “MBADOG” – kata kerja yang berarti makan (bahasa kasar). Awas kalau memakai kata ini ke orang yang lebih tua, kata ini benar-benar kasar banget.

10. “JUNGKAT” – kata benda yang berarti sisir. Ada yang bilang Jungkas.

11. “JANDOM” – kata kerja yang berarti ngobrol bersama sama orang banyak. Kebanyajan sih lebih terdengar JANDON.

12. “THEREK THEPLENG” – kata sifat yang menjelaskan tentang barang yang berjajar jajar dan berbaris berurutan.

13. “NAYOH” – kata sifat yang berarti terlalu mudah, enak atau nyaman melakukan sesuatu/ kegiatan.

14. “NDAWAK” – kata sifat yang berarti banyak omong kosong atau berbohong. Bahasa Inggrisnya Bullshit, hehehe.

15. “MBOYAK” – kata sifat yang menyatakan ketidakpedulian
terhadap sesuatu yang menimpa dirinya atau orang lain, cuek.

16. “GENYO” – kata lain yang berarti “KENAPA?” Kebanyakan ditambah kata La jadi La Genyo?

17. “LESU” – kata kerja yang berarti lapar/luwe.

18. “SICOK” – kata lain (pengucapan) yang berarti “SATU” atau SITOK.

19. “MENYOK” – kata benda untuk menyebut SINGKONG atau ketela pohon.

20. “WES BAR” – kata kerja yang menyatakan pekerjaan kita telah selesai dikerjakan.

21. “Iyo Leh” – kata lain ganti berarti “iya kan”.

22. “MATOH” – kata ganti yang berarti “Bagus”.

22. “KEROPAK” – kata benda berarti “tempat pensil”.

23. “KECER” – kata kerja yang berarti “benda jatuh”

Kalau mau menelusuri, masih banyak kok dialeg khas Bojonegoro yang tersebar di masyarakat bekas Karesidenan Bojonegoro tempo dulu (Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Blora, Sebagian Nganjuk). Jadi dulu satu wilayah? Yups, jaman masih jadi kerajaan Mataram/Majapahit dulu brosis sampai jaman penjajahan Belanda.

Oh iya, bahasa yang tadi bro ndess sampaikan adalah yang umum alias dipakai sehari-hari belum sepesifik lagi antar kampung seperti panggah, matoh, pelas, muleh, dan masih banyak lagi 😆 😀 :mrgreen: .

image

Bahasa daerah adalah identitas jatidiri warga daerah. Namun tetap ingat bahasa Indonesia lah yang menyatukan berbagai perbedaan bahasa daerah menjadi satu bangsa… merdeka!

Referensi :
– Kompasiana.
– Media Bojonegoro.

3A330F33E0FDB54C8C27690583FBA366

Dikirim dari Ndeso 94 Android.

Artikel lain :

Iklan

Tentang Bro Ndes 94

Seseorang yang mempunayi hobi menulis, membaca, dan mencari ilmu baru. Tak ada paksaan dalam menulis, karena menulis itu seperti mengalir. Jika terbiasa maka kita akan kecanduan. #Poko'e_Joget#
Pos ini dipublikasikan di sekitar. Tandai permalink.

7 Balasan ke Mengenal istilah / logat dalam Bahasa Jawa-Bojonegoro (Jonegoroan)

  1. Maskur berkata:

    Antara rembang, lamongan, tidak terlalu surabaya

    Suka

  2. Becak_Stopie berkata:

    ancene gayeng nek jagongan mbi wong jatimur kii.. mwahahaha

    Suka

  3. jhon roofi berkata:

    Kanor ndi bro ndess iki

    Suka

  4. Andyka berkata:

    Rembang juga menggunakan kosa kata NEM menggantikan KAMU

    Disukai oleh 1 orang

  5. Sopo berkata:

    He’e
    Laiyo
    Ndemok
    Ngkosek😅😅😅😅

    Suka

Mohon di komentari, kritik dan saran. Yuk diskusi bareng :-) Jika komen anda masuk spam hubungi admin

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s