Trip Visit : Horor x Mitos – Napak Tilas Bekas Jalur Kereta Api Bojonegoro Jatirogo

image

Assalamualaikum

Brosis, bro ndess mendengar kabar bahwa RBK alias rel bengkong, salah satu kawasan penduduk yang berada di atas tanah PJKAI, di mana itu berasal dari bekas jalur kereta api jurusan Bojonegoro – Jatirogo yang dulu sempat berfungsi sebelum akhirnya ditutup. Memang dari fisiknya tak terlihat ini jalur kereta, namun tetap saja terdapat bekas-bekas peralatan kereta api seperti jembatan baja dan rel yang belum di jarah warga.

Banyak yang bertanya apakah cuma rel bengkong saja yang bakal kena gusur satu kampung? Tidak brosis. Bro ndess sendiri dalam misi nekad menelusuri napak tilas bekas jalur kereta api jurusan Bojonegoro – Jatirogo akan menyajikan bagaimana sih keadaan alam di jalur ini sekarang. Juga tentu melihat calon kampung yang bakal digusur oleh pemilik tanahnya yaitu PJKAI setelah diberi hak sewa-tinggal bertahun-tahun 2 generasi. Tak lupa bro ndess juga mengalami pengalaman horor saat lewat jalur ini, kebetulan memang pada saat itu jam 4 lebih. Bagaimana kah penelusurannya secara lengkap? Monggo brosis baca terus ke bawah… Jadi nostalgia artikel bro ndess yang mirip pas awal-awal ke sana.

Jambean.

image

image

image

image

Awal dari rel ini berada di Stasiun Bojonegoro, di mana dibelokkan ke utara dekat pos polisi Jambean. Di sana ada perlintasan kereta, terlihat ada bekas pagar perlintasan yang masih di pasang. Seperti yang terlihat di foto, di atas jalur sebelah situ sudah berdiri bangunan ruko permanen yang telah mempunyai usaha-usaha yang macam-macam pokoknya. Ada salon, ada cafe, ada rental PS, ada pula distro, ada warung, ada dealer mobil bagian 1S. Jadi bisa kita tebak dua ruko itu bakal kena gusur akibat proyek PJKAI ini karena mereka berada di atas jalur rel. Untuk ruko sebelah utara, entah bakal tergusur atau tidak tapi yang jelas iya. Depan ruko sudah berhadapan langsung dengan rel.

Rel Bengkong

image

Nah, semakin keutara kita akan masuk ke kampung di mana jalan berpaving itulah yang menjadi bekas jalur rel kereta PJKAI. Banyak rumah bertembok yang ada di sana termasuk usaha cat mobil. Semakin keutara, banyak juga ya bangunan yang berdiri. Ada kos-kosan pula. Ada sebuah pondok pesantren yang tepat di samping jalur. Semakin keutara kita akan menemui banyak warung, bangunan permanen warga. Bahkn bro ndess tak sengaja ketemu karaoke yang dari fisiknya tak tampak itu tempat karaoke atau bro ndess mungkin keliru? Terlihat susana khas desa yang guyub di sana. Yang heran, kalau tahu tanah itu bakal diaktifkan lagi jadi jalur rel kok malah ada yang lagi bangun bangunan ya? Udah jadi pondasi bawah malah. Waduh. Kampung ini senasip dengan kampung pulo, bedanya lebih rapi, bersih, dan gak kelihatan kumuh aja di sini.

image

image

image

image

Sangking lamanya gak dipakai

image

image

image

image

image

Di sebuah persimpangan jalan pemuda, ada rel yang masih tersisa di tengah jalan. Terselamatkan dari penjarahan karena terletak di tengah jalan (perlintasan). Dari rel bengkong, bisa kita lihat rel itu tepat di ujungnya ada toko toserba yang kayaknya masih baru. Berada di tengah-tengah dengan bangunan tipe permanen. Dari sini kita akan lewat jalan menuju stadion letjend Sudirman Bojonegoro. Dari deretan sisi kiri jalan, dapat kita lihat banyaknya warung, dan usaha lainnya yang berada di atas tanah PJKAI. Bro ndess sendiri merasa kasian juga sih tapi namanya juga peraturan. Apalagi penggusuran ini bakal gak mendapat ganti rugi kalau sesuai undang-undang yang mengaturnya. Karena memang bukan tanah milik mereka asli, itu cuma sewa-tinggal aja. Tanpa sertifikat.

image

image

image

image

 

Kaliketek.

Jpeg

Menuju ke utara

Semakin ke utara akan ada pos polisi bangunrejo di mana post itu juga bakal kena gusur. Dari situ jalur rel akan mengarah ke jembatan di samping jembatan kali ketek. Jembatan samping kali ketek itu merupakan jembatan baja yang tersisa. Di situlah akan dilewati oleh kereta api yang rencananya bakal selesai 2018. Hati-hati karena jalur ini di duga tempat lewatnya sesosok Bajul Kuning lias buaya kuning gaib. Tapi tidak berbahaya karena cuma numpang lewat. Bro ndess pun mendatangi ujung jembatan yang ada di seberang.

Jpeg

Jpeg

Jembatan kereta di area kali ketek

Jpeg

Masih kokoh namun berkarat

Terlihat ujung jembatan itu masih ada sisa rel yang kemudian tertutupi oleh bangunan masyrakat. Jalurnya kalau sesuai patok milik PJKAI akan melewati banyak rumah yang berbentuk usaha. Dan terus melewati persawahan. Persawahan ini dulunya rel kereta api loh. Cuman sudah hilang bekasnya dan rel yang ada sudah hilang di jarah.

Jpeg

Ini ujungnya di seberang

Jpeg

Jpeg

Jadi kampung

Perlu bro sis tahu setelah melewati jalan dekat Kalisari (eks lokalisasi) jalur ini mengikuti jalan setapak yang mengarah ke Parengan. Melihat sikonnya perkiraan bro ndess bakal melewati jalur yang sepi dan penuh sawah nih. Bismillah bro ndess bertekad yang penting yakin dan Allah pasti melindungi. Berangkatlah si White VarTech diajak ngecross di jalur ancur tersebut. Ada yang aneh di sini di mana ternyata ujung jalur adalah buntu, karena ada jembatan baja yang menghalangi.

Jpeg

Eks Lokalisasi Kampung Kalisari Bojonegoro

Mojomalang.

Jpeg

Jpeg

Banyak terdapat sosok pocong di sini

Akhirnya cuma bisa lewat bawah. Nah, di sini mulailah horornya di mana orang yang tadi ada di depan bro ndess lewat kok hilang. Padahal jaraknya dekat dan jalur itu masih jauh dari jalan aspal terdekat. Weleh. Di jalur itu ada banyak pocongnya kalau malam, itu yang bro ndess rasakan sejenak saat bro ndess berhenti sejenak. Di mana? Di antara pohon pisang yang ada di sekitar bekas jembatan kereta api.

Jpeg

Jpeg

Jalurnya lewat bawah kali

Tadi jalur ini sempat ramai orang deh kok tiba-tiba sepi ya? Auranya mulai gak enak. Bro ndess ngucapin salam kepada penghuni gaib tempat itu dan ijin pamit numpang lewat. Alhamdulillah tidak terjadi kenapa-napa. Bro ndess masih penasaran di mana orang yang tadi bareng bro ndess ke tempat itu ya kok cepat banget hilangnya, berhenti juga tidak kayaknya la motornya gak di parkir sepanjang bro ndess lewat.

Jpeg

Dari sisi lain

Melanjutkan kembali kini bro ndess melewati pematang sawah yang masih bisa dilalui dua motor. Terlihat sawah tandus dan lahan tembakau tersebar luas di sini. Seperti biasa, jarang sekali bro ndess menemui masyarakat sekitar. Hanya hamparan sawah tandus ini aja sepanjang mata memandang. Sampai di sebuah jalan yang masuk perlintasan rel nanti, bro ndess menemui sebuah warung bertembok besar yang ada di tengah tanah PJKAI. Kata rekan-rekan facebook, warung itu ada karaokenya.

Jpeg

Weleh………. Menurut keterangan lebih lanjut, daerah itu daerah Mojomalang. Entah lupa masuk Tuban atau Bojonegoro. Dari sini bro ndess masuk lagi meneruskan napak tilas jalur rel PJKAI sesuai dengan patok yang beredar. Dan akhirnya sampai di sebuah jembatan bekas rel kereta api yang dari Baja. Terlihat Jembatan ini cum menyisakan konstruksi rangka yang utuh tanpa rel. Menurut keterangan ini dipakai untuk lewat kali bawahnya apabila banjir. Oalah… Jembatan ini tidak ikut dijarah karena memberi manfaat lebih buat yang ingin lewat nyebrang.

Jpeg

Bro ndess berhenti sejenak untuk foto lokasi dan sejenak merasakan aura sekitar jembatan tersebut. Dari sikonnya ada 3 sumur yang ditutup (sepertinya sumur kemarau) di sisi kanan Jembatan. Ada satu pompa air manual. Sepertinya itu sumber air yang dipakai warga sekitar untuk mengambil air. Hawa di sini sumuk alias gerah brosis. Entah kenapa bro ndess curiga pada sekitar Jembatan itu, dari aromanya di sana bro ndess curiga ada dua sosok yang jadi momok menakutkan bagi mereka yang lewat yaitu sesosok tinggi besar hitam serta miss kunti. Dua sosok ini yang mendiami jembatan bekas tersebut. Bro ndess merasa seperti akan masuk ke dalam suatu tempat komplek para mahluk gaib itu setelah melewati jembatan ini.

Jpeg

Itu terlihat karena nampaknya jembatan ini mirip gerbang. Saat bro ndess akan melanjutkan perjalanan, ada warga yang menaiki motor yang seperti mengejar bro ndess. Bro ndess pun tancap gas masuk semakin kedalam ke persawahan yang tandus yang menurut peta masuk wilayah desa Ponco, parengan Tuban. Di sini jalurnya benar-benar setapak dan berupa galangan sawah yang hanya bisa dilewati dengan jalan kaki.

Jpeg

Oh iya, saat bro ndess berhenti sejenak. Warga yang mengejar lagi tiba-tiba hilang. Sepertinya balik arah, entah apa maksudnya tapi bro ndess duga bukan ada niat jahat sih. Saat bro ndess berhenti sejenak ini entah kenapa muncul keraguan untuk meneruskan perjalanan. Kenapa? Karena di depan bro ndess cuma ada galangan sawah. Bro ndess sendiri seperti di awasi di sana.

Jpeg

Tempat bro ndess berhenti

Saat bro ndess berhenti ada dua ekor sapi yang melihat bro ndess terus sambil makan rumput, bro ndess pun lirik balik. Ada yang aneh dengan hawa di sana. Jam menunjukkan pukul 5 kurang 10. Bro ndess pun membuka peta dan menurut peta itu jalan raya sebentar lagi. Dengan nekad dan yakin, bro ndesspun membawa si White VarTech untuk offroad di jalur galangan sawah ini. Bro ndess yakin Allah pasti melindungi bro ndess karena misi bro ndess misi baik-baik saja, yaitu menelusuri napak tilas jalur rel bekas PJKAI yang telah ditutup bertahun-tahun yang lalu.

Jpeg

Jpeg

Jalur setapak, sempat terperosok ke tanah kering di sawah

Di daerah ini bro ndess melihat banyak demit-demit sawah yang tinggal. Di lihat dari auranya yang janggal dan gelap, bro ndess saat itu berhati-hati sekali agar tak terjebak. Daerah ini tidak termasuk rawan kejahatn, namun ada yang mengatakan agar hati-hati dengan lorong waktu. Ya, seperti hutan yang ada di Blora. Di sini lorong waktu gaib juga mengancam. Bro Ndess sendiri berdoa agar selamat melewati tempat tinggal para demit sawah ini. Yang bikin makin tegang adalah orang-orang yang bro ndess temui seperti takut dan sembunyi saat bro ndess lewat, bahkan saat menyapa seorang pencari kayu orang itu seperti ketakutan. Weleh,,,, ada apa ya?

Setelah lama melewati jalur galangan sawah akhirnya bro ndess sampai di kampung terdekat yaitu desa Ponco, Parengan Tuban. Banyak rumah warga sini yang masuk tanah PJKAI. Tak tanggung-tanggung mungkin 1 RT lebih ini. Bro ndess sempat menemui bangunan bekas cafe bernama cafe ndeso yang tempatnya terpencil dan dipinggir sawah. Cafe kok mojok gini ya?

Jpeg

Oh iya, di sepanjang jalan banyak bro ndess temui rumah bertembok bahkan ada satu yang bertingkat. Alangkah ruginya bila kena gusur, tapi itu resiko tinggal di atas tanah negara. Apalagi UU yang baru mengatakan tidak akan ada ganti rugi. Wew,,,, seharusnya difikir-fikir dulu sebelum bikin rumah permanen di atas tanah PJKAI, apalagi tanah itu kan gak da sertifikat hak milik karena milik PJKAI.

Jpeg

Nah, bro ndess akhirnya mentok di salah satu tempat yang tidak bisa lagi dilewati VarTech. Dari hasil penerawangan, ada sesosok tuyul yang menunggu bro ndess di depan. Sepertinya berniat menganggu bro ndess tuh. Waduh, udah jam 5 sore pula. Bro ndess pun memilih jalur aspal yang berada dekat dengan posisi bro ndess. Jalur itu jalan raya provinsi.

Jpeg

Tuyulnya ada di daerah depan itu lagi nungguin

Setelah mengisi bensin, bro ndess meneruskan perjalanan tentu sambil memandang ke arah kanan jalan mencari patok PJKAI. Alhamdulillah ketemu lagi sebelum masuk pusat kecamatan Parengan. Di sini jalurny memotong jalan raya, terlihat ada banyak rumah warga dan juga ada dua buah usaha yang sebagian ikut tanah PJKAI. Dari sini bro ndess kehilangn patok PJKAI selanjutnya karena tidak ada jalan setapak lagi namun masuk hutan jati.

wpid-p_20150915_163601.jpgBro ndess berfikir mungkin bakal ketemu lagi kalau dilanjutkan riding lurus ke arah Jatirogo. Namun sampai bro ndess masuk alas pegunungan kapur utara tidak ketemu juga. Hari mulai gelap, dan karena jalur itu minim penerangan bro ndess memutuskan untuk berhenti di sini. Cukuplah, karena Jatirogo juga masih jauh dan bro ndess tidak tahu letak stasiun bekas di Jatirogo. Petualangan bro ndess berakhir dalam menelusuri napak tilas jalur bekas rel PJKAI. Perjalanan berikutnya bro ndess memilih pulang. Alhamdulillah, misi 90% sukses.

wpid-p_20150915_170521.jpg

Cukup sekian cerita bro ndess dalam menelusuri napak tilas rel PJKAI sepanjang Bojonegoro hingga Jatirogo. Semoga brosis sekalian jadi tahu bagaimana kondisi jalur kereta yang akan di bangun dan berapa banyak yang akan terkena gusur tanpa ganti rugi. Banyak pengalaman baru dan petualangan horor baru yang bro ndess dapat di sini. Semoga bermanfaat. Andai ada demit yang mau di ajak wawancara, hehehehe…..

wpid-p_20150915_171303.jpg

Β 3A330F33E0FDB54C8C27690583FBA366

Dikirim dari Ndeso 94 Android.

Artikel lain :

Iklan

Tentang Bro Ndes 94

Seseorang yang mempunayi hobi menulis, membaca, dan mencari ilmu baru. Tak ada paksaan dalam menulis, karena menulis itu seperti mengalir. Jika terbiasa maka kita akan kecanduan. #Poko'e_Joget#
Pos ini dipublikasikan di Horor, Trip Visit dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

15 Balasan ke Trip Visit : Horor x Mitos – Napak Tilas Bekas Jalur Kereta Api Bojonegoro Jatirogo

  1. basuki berkata:

    klo kena gusuran rugi juga ya, padahal yang mbangun disitu biasanya dulu ekonomi lemah yang belum mampu beli tanah.

    Suka

  2. ipanase berkata:

    rell bengkong solo akeh sing tibo lunyu

    Suka

  3. iswanto.._ahmad berkata:

    salut bro.

    Suka

  4. Ping balik: “Mr Tukul” menelusuri kahyangan Api dan Kaliketek, inilah lukisan astralnya! | Ndeso94(dot)com – Blogger Pinggiran

  5. Ping balik: Wujud mahluk Astral Kaliketek? By “mister tukul” | Ndeso94(dot)com – Blogger Pinggiran

  6. herman cormen berkata:

    Realisasi dari rencana PJKAI akan dimulai kpn broo ndeees… Contoh riil nya sudah ada blmm… Saya penasaran

    Salamm
    Spoorweg

    Suka

  7. Andyka berkata:

    Rencana pengaktifan jalur rel itu sekitar tahun 2020. Nanti akan tembus terus melewati jatirogo hingga berakhir di rembang, jawa tengah.

    Suka

  8. Isman Ali berkata:

    Keren banget artikelnya broo… Sy tunggu sambungan napak tilasnya ya….(kalau ada) karena ada kisah nostalgia masa paling indah masa remaja sy diatas kereta api jalur Bojonegoro – Jatirogo, super mantaaab deh…

    Suka

Mohon di komentari, kritik dan saran. Yuk diskusi bareng :-) Jika komen anda masuk spam hubungi admin

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s