Assalamualaikum
Brosis, berawal dari postingan om macantua, tentang kritikan terhadap parencinta jalan-jalan. Entah itu yang “pendaki” atau “petouring” bahkan “backpaker” yang barangkali sekarang lebih suka narsis ketimbang memaknai arti dari perjalanan yang mereka lalui.
Dikutip dari tulisan om macantua yang bro ndess copas :
Pecinta alam itu adalah hobby yang dibawa dari
hati, bukan ajang untuk sok sok an atau sekedar
mau selfie. Naik gunung itu filosofinya
perjuangan mencapai puncak, bukan mau nyari
keseruan seperti liburan di wahana permainan.
Pecinta alam itu hobby yang mahal, peralatannya
pun mahal dan bahkan taruhannya nyawa.
Jadi kalau mau gaya gayaan jangan naik gunung,
naik taxi aja ke mall. Kalau mau seru seruan
jangan naik gunung, cukup naik tornado di Dufan.
Kalau gamau keluar duit banyak jangan naik
gunung, diem aja di rumah nonton FTV!
Naik.gunung itu berbahaya,jadi kalau takut mati
konyol mending diem aja di rumah ya….
Ente pecinta alam atau pecinta Rupiah? Mental
kok kaya tempe….
Dan semua stategment itu berasal dari status ini :
Nah… bro ndess masih ingat pulau Sempu. Salah satu pulau yang masuk kategori cagar alam. Di mana pulau itu di datangi para pecinta “alam”. Bukannya bersih, yang terjadi malah sampah berserakan bertumpukan dibuang di sana! Pulau Sempu bakal berubah jadi pulau sampah…. mantan cagar alam yang dirusak oleh sampah. Fenomena “sampah” yang ditinggal di tempat wisata yang mainstream juga lumayan parah. Contoh? B29 bro…………… penuh kondom! Wisata yang baru-baru ini populer juga dikotori.
“Pulau sempu, Sampah, dan Pecinta Alam”
Kebanyakan hampir lupa, makna sebenarnya berwisata, ke tempat wisata alami. Baik dengan touring motor, mendaki, backpacker. Terutama para maniak narsis, gila narsis…. yang pikirannya yang penting narsis.
Apakah cuma wisata alam aja yang jadi korban? Papan penunjuk jalan juga iya 😆 nih :
“Aksi pembersihan oleh Kombo Indonesia”
Ya begitulah….. yang bro ndess tahu yang kayak gini mewabah banget di Indonesia. Apalagi era gadget yang makin canggih kameranya Dan berbagai peringatan tidak akan dihiraukan dan ditaati. Yang ada nantang dan cari kesempatan.
Bahkan solusi menaikkan harga tiket masuk malah membuat mereka para pecinta alam KW bakalan berontak dengan merusak (lihat gambar kedua) dan akhirnya semua akan kembali kepada diri masing-masing.
Mau berwisata menikmati alam dengan menjaga kelestariannya, dan tidak cuma foto doang atau cuma ingin cari tempat sampah. Wisata itu mahal, jika tak ada gunanya mending kayak kata om macantua. Tidur aja di rumah, nonton FTV 😆 !!!

Dikirim dari Ndeso 94 Android.
Artikel lain :
- Waspada Microsleep di Jalan, Pengendara Harian Perlu Jaga Fokus dan Kondisi Tubuh
- Modifikasi Honda Supra : Pasang yang ada
- Honda Astrea Ini Dimodifikasi Melebihi harga motor
- Honda Astrea Ini Dimodifikasi Melebihi harga motor
- Honda Astrea Ini Dimodifikasi Melebihi harga motor
- Honda Astrea Ini Dimodifikasi Melebihi harga motor
- HONDA CBR PURPLE CONCEPT
- Honda Stylo Ijo Stabilo
- SetUp paling padat yang pernah ku lihat di Vario 150
- Vario 169 Modifikasi Street racing










Mengenaskan…memang. Mending gak usah naik gunung deh.
SukaSuka
Btul
SukaSuka
aku hora lochhh…. 😛
Berbagi tips touring >> http://potretbikers.com/2015/06/06/amankah-touring-motor-sendirian-inilah-tipsnyakawan/
SukaSuka
Hahs
SukaSuka
Tulisan yang bagus mas, memang sangat disayangkan orang2 kita ini memang masih perlu banyak edukasi masalah menjaga kebersihan.
SukaSuka
Saya mlh dimarahi bikin posting gini pas share di group x_x
SukaSuka