Sikap dan Perilaku diri sendiri (Sekretaris)

Sekretaris adalah profesi yang begitu penting dalam suatu manajemen. Berfungsi sebagai asisten seorang pimpinan. Sekretaris juga harus mampu menjaga sikap dan perilakunya serta menjaga profesionalisme bekerja. Beberapa hal bisa dilakukan sekretaris agar dia mampu mengontrol sikap dari dirinya agar tetap sesuai dengan profesionalisme kerja serta tetap menjadi pribadi yang baik di mata pimpinan dan semua orang.

Ada enam hal dasar yang mampu sekretaris lakukan agar bisa mengontrol sikap dan perilaku diri.

1) Berusaha untuk selalu bersyukur.

Bersyukur dalam arti menikmati segala karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT dan selalu mensyukuri nikmat yang telah ada karena itu adalah rejeki dari Allah SWT.

Selalu menerima apa yang diberikan karena kita tidak tahu mana yang terbaik sebenarnya, tetapi Allah maha tahu dan Dia memberitahu apa yang terbaik buat kita.

Tidak mudah mengeluhkan suatu pekerjaan yang diberikan kepada kita. Harusnya kita kerjakan semua tugas yang sudah menjadi kewajiban kita dengan ikhlas dan hati bahagia.

Bersyukur dengan takdir yang diberikan karena pada umumnya manusia tidak akan puas dan hal ini akan menyebabkan manusia kufur nikmat jika tak diimbangi dengan rasa bersyukur terhadap Allah SWT.

Yakinlah bahwa Allah tidak akan menganiaya hambanya kecuali hambanya sendiri yang menganiaya dirinya sendiri.

2) Berusaha mengelola rasa kecewa.

Ada kalanya saat kita tidak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, atau mengalami kegagalan, frustasi. Maka kunci utamanya adalah bersabar, lapang dada, dan tidak putus asa.

3) Berusaha menyikapi perubahan secara positif.

Dalam bekerja, terkadang banyak perubahan mendadak entah itu dalam strukturan atau kondisi pekerjaan. Misal, berganti staff atau pimpinan. Apa yang harus dilakukan?

Menyesuaikan diri. Sesuaikan diri kita dalam suasana kerja yang baru saja berubah seakan sudah berlangsung lama. Selalu menerima keputusan yang ada dan menyesuaikan diri apabila memang berefek positif.

Mengendalikan perubahan dengan selalu mengedepankan fikiran positif. Jangan pernah mengedepankan fikiran negatif, itu justru memperburuk kondisi fikiran. Segala yang negatif tak ada yang baik buat kita.

Jangan membiasakan diri memandang perubahan itu sebagai gejolak atau pemberontakan, tetapi pandanglah sebagai sesuatu yang netral dan tidak memihak kepada siapapun.

Bukan manusia yang bijjak apabila tidak mengikuti perubahan. Oleh karena itu perubahan sudah menjadi kebutuhan manusia yang menginginkan kehidupan yang lebih baik.

4) Mengatur rejeki yang diterima secara baik.

Rejeki itu adalah berada di tangan Allah SWT. Manusia tidak diberikan wewenang untuk menentukan berapa rejeki, siapa jodoh, dan kapan dipanggil.

Mengelola rejeki yang diterima sangatlah bijak. Tentunya pengelolaan rejeki harus tepat dan tidak boros agar tidak cepat habis. Hemat pangkal kaya. Rajin menabung dan investasikan demi masa depan.

Dalam hidup haruslah memiliki prioritas, yang artinya mana yang lebih penting dan mendesak daripada yang lain agar terhindar dari sikap boros. Di saat yang sama, kita harus mampu membatasi perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

5) Hindari Hutang.

Salah satu hal yang patut dihindari adalah hutang. Di mana, ada kewajiban harus mengembalikan sejumlah uang yang dihutang. Apabila sudah berurusan dengan hutang, pasti kebohongan akan ikut juga. Rasa cemas dan gelisah akan menganggu konsentrasi kerja.

Apa yang harus dilakukan dalam menghindari hutang? Hemat, menabung, hidup sederhana, dan berusaha untuk tidak egois. Itu adalah beberapa perilaku yang harus dipakai agar kita bisa terhindar dari bahaya hutang. Lebih baik jangan pernah hutang, kecuali situasi sudah dalam kesulitan yang sangat. Karena hutang hanya akan membawa beban fikiran. Tidak akan tenang, apalagi kalau tidak dibayar bakal ditagih pas di akhirat.

6) Berusaha untuk tidak egois.

Egois itu apa? Yaitu mementingkan urusan diri sendiri. Semua orang pasti punya sifat egois, karena umumnya memiliki urusan yang berbeda-beda. Setiap orang punya keinginan, rasa ingin tahu dan lain sebagainya. Egois atau ego, tidak selamanya jelek. Karena terkadang memang justru baik bagi diri sendiri dalam beberapa hal.

Manusia tidak boleh pasrah, tidak boleh gampang menyerah. Orang yang pengen sukses harus selalu siap dan selalu mengatakan aku siap. Harus pandai memanfaatkan ego pribadi, di tengah-tengah ego bersama. Bentuklah diri kita menjadi pribadi yang ego, tapi tidak egois.

( NB: ini adalah hasil ketikan tugas ane tadi malam 🙂 )

#Salam Ndeso Bojonegoro.

Dikirim dari Ndesoberry94.

Tentang Bro Ndes 94

Seseorang yang mempunayi hobi menulis, membaca, dan mencari ilmu baru. Tak ada paksaan dalam menulis, karena menulis itu seperti mengalir. Jika terbiasa maka kita akan kecanduan. #Poko'e_Joget#
Pos ini dipublikasikan di Materi dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Sikap dan Perilaku diri sendiri (Sekretaris)

  1. newseries berkata:

    Tak tambahi bro….
    • berpakaian santun, jangan gunakan rok atau celana yg kurang bahan agar atasan tidak tergoda sehingga tidak mengganggu kinerja…
    • jangan pernah berpikir untuk menggoda atasan sekalipun ganteng kecuali klu si bos adalah seorang single…
    hehehee…

    Suka

  2. ari berkata:

    ijin nyimak suhu…

    Suka

Mohon di komentari, kritik dan saran. Yuk diskusi bareng :-) Jika komen anda masuk spam hubungi admin

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.