Knalpot Racing akan ditilang! Mungkin karena desakan banyak pihak. Bagaimana nasib NOB1 dan 250cc?

Sudah kita ketahui, bahwa mulai tahun depan seluruh motor yang memakai strobo dan toa(info mas sayur) serta knalpot racing bakal ditilang. Ditilang? Kenapa baru sekarang yak. Wah-wah, pak polisi telat dan malah memperkuat bahwa ini seperti pengalihan isu(jare kang kobay).

Nah, kalau strobo sih jelaslah aturannya. Itu tidak diganggu gugat, walau prakteknya sulit. Tetapi, bagaimana dengan knalpot racing? Beberapa dari motor pabrikan yang beredar di Indonesia, memang dari standartnya sudah senyap alias jika mau nyalip kagak ada suaranya(senggol 250cc). Nah, dalam hal ini dari pabrikan sudah mengizinkan untuk penggunaan knalpot racing(kawasaki.red). Hal ini jadi rancu ketika ada wacana penilangan knalpot racing, apakah knalpot dari motor 250cc(keatas) itu juga ditilang? HD yang standart juga ditilang’kah? Ini untuk motor cc besar yang memang dari sononya sudah diizinkan knalpot racing.

Sekarang bicara CC kecil. Anda tahu NOB1’kan? Knalpot NOB1 adalah knalpot racing untuk harian yang sangat sukses dipasaran, suaranya yang ngebass dan kalem namun bertenaga(bikin suara bebek jadi kayak sport) serta dapat di’pelankan’ melalui dbkiller. NOB1 adalah salah satu pilihan knalpot racing harian bagi masyarakat yang memang ingin memasang knalpot racing bagi tunggangannya. Merk lokal ini laris manis dikalangan biker CC kecil menengah. Bagaimana tidak, suaranya yang halus, tidak nembak, dan ngebass. Knalpot tersebut dapat selalu kita jumpai di jalanan. Karena, memang mungkin cocok buat yang pengen bergaya-gaya’an.

Nah, dari contoh-contoh opini di atas. Apakah, ada batasan suara dari pak polisi serta alat yang untuk mengukur kebisigan dari knalpot? Karena, tetap saja tidak boleh asal nebak saja. Harus ada alat yang mampu mendeteksi tingkat kebisingan knalpot tersebut. Knalpot-knalpot seperti AHM, TDR, R9, HRS, dan knalpot-knalpot racing dkk. Memang banyak diperuntukkan untuk balap, itu dilihat dari kerasnya suara yang satu kampung dapat mendengarnya. Tapi, untuk knalpot NOB1 kayaknya cenderung halus dan ngebass, tingkat kebisingan masih ditolerir(IMHO). Bagaimana knalpot abal-abal berkarat? Itu sih, sudah tidak perlu dibahas. Kalau memang illegal dan tak punya ijin ya ditindak.

Untuk pak polisi, seyogyanya diberikan aturan yang jelas, masalahnya aturan ini sudah klasik. Hampir nggak ada bedanya dengan yang sudah-sudah. Kasian mereka yang sudah beli, karena aturan yang masih tidak jelas malah merugi. Apalagi yang 250 CC. Untuk 250 cc apalagi dual, diperlukannya knalpot racing untuk ‘sinyal’ bahwa mereka mau lewat. Karena, knalpot bawaan pabrik itu senyap dan tidak dapat didengar biker lain bila sama-sama kecepatan tinggi.

Oh iya, kalau dua tak bagaimana ya. Kalau dua tak suaranya ya gitu-gitu aja. Bedanya halus dan tidak.hehehe, (senggol kang Ninja150ss)

Mohon pendapatnya akang/mbakyu sekalian?

#Salam Ndeso Bojonegoro

Dipublikasikan oleh

avatar Tidak diketahui

Bro Ndes 94

Seseorang yang mempunayi hobi menulis, membaca, dan mencari ilmu baru. Tak ada paksaan dalam menulis, karena menulis itu seperti mengalir. Jika terbiasa maka kita akan kecanduan. #Poko'e_Joget#

23 tanggapan untuk “Knalpot Racing akan ditilang! Mungkin karena desakan banyak pihak. Bagaimana nasib NOB1 dan 250cc?”

Mohon di komentari, kritik dan saran. Yuk diskusi bareng :-) Jika komen anda masuk spam hubungi admin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.