Turuti kata orang tuamu yang baik atau kamu bakal mati dalam kehinaan. (renungan nyata dari peristiwa kecelakaan Pom Balen)

Ini sebenarnya adalah cerita dibalik peristiwa kecelakaan Sepeda Motor vs Truk Double. Dan korbannya 2 orang tewas, 1 selamat(3 orang dalam satu motor).

Kalo agan tinggal di daerah Lamongan, Tuban, Blora, dan Bjn dan membaca Radar Bojonegoro pasti tahu. Ane lupa tanggalnya soalnya tuh peristiwa jadi perbincangan di masyarakat. Baik saat kejadian bahkan pas pemakaman. Peristiwa Kecelakaann yang terjadi akibat ugal-ugalan si Pengendara motor yanG lagi mabuk, bersama dua rekannya naik sepeda bebek.

Ini cerita dikasih tahu ma temen ane yang temennya korbann selamat. Pas sebelum kejadian itu, si pengendara malam-malam pamit keluar, tapi ma ibunya gak boleh, soalnya tahu kalo anaknya mau mabuk-mabukan. Dan setelah tegang, ibunya pun berkata

“Lang Teruso, Kowe Mati Saiki Gak Tak Urus,” (translate : teruskan, kamu mati sekarang tidak saya urus). Kedengerannya kayak kutukan yak? Ngeri. Dan agan tahu apa yang terjadi?

Pas udah puas minum-minum, bertiga mereka naik motor bebek dengan kecepatan tinggi menuju ke timur. Nah, karena kecepatan tinggi dan mabuk, kendaraan itu oleng. Untung pemuda yang bonceng paling belakang sadar bahwa temannya bakal celaka, berusaha diingatkan untuk ngurangin kecepatan. Dasarnya orang mabuk ya tancap aja. Dan alhasil si pemuda belakang ndiri itu lompat karena sepeda motor udah oleng dan ke arah kanan sedangkan ada rombongan truk dump 3 buah. Meloncatlah dia dan….. Brak!

2 orang di sepeda motor tewas tertabrak truk ke dua entah pertama, tepat di depan SPBU Balen. Dan pemuda yang tadi loncat berhasil selamat dan terluka.

Mengerikan? Pasti. Apalagi kelihatannya tuh peristiwa karena si korban nggak mau nurut ma orang tua. Macam maling kundang deh, dikutuk pasti terjadi. Karena orang tua terutama ibu adalah Tuhan Yang Tampak. Ridhonya adalah Ridho Allah.

Dan pas pemakaman, ortunya tak mau mengurus bahkan menjenguk ke makam. Karena, mereka udah mentok dan udah gak kuat. Akhirnya yang mengurusi jenazah adalah saudara dan tetangga. Bayangkan kalo kita dicuekin ma ortu kita? Bagaimana perasaan anda?

Jadi, jangan pernah anda membantah orang tua kecuali mereka salah itupun dengan bahasa yang halus. Karena mereka yang membesarkan kita hingga menjadi sekarang. Love your parent!

#salam ndeso Bojonegoro

Dipublikasikan oleh

avatar Tidak diketahui

Bro Ndes 94

Seseorang yang mempunayi hobi menulis, membaca, dan mencari ilmu baru. Tak ada paksaan dalam menulis, karena menulis itu seperti mengalir. Jika terbiasa maka kita akan kecanduan. #Poko'e_Joget#

21 tanggapan untuk “Turuti kata orang tuamu yang baik atau kamu bakal mati dalam kehinaan. (renungan nyata dari peristiwa kecelakaan Pom Balen)”

  1. ane pernah om malem-malem ke rumah nenek ga di bolehin ibu, paginya pas mau pulang ga di bolehin (lagi) pulang kakek ma nenek, alhasil di tengah jalan ane ditabrak orang ampe hilang 2 gigi seri ane, padahal jarak rumah 7km. abis itu kalo dilarang mending ga jadi pergi apapun acaranya

    Suka

Mohon di komentari, kritik dan saran. Yuk diskusi bareng :-) Jika komen anda masuk spam hubungi admin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.